PROBLEM ISSUE
Keterbatasan
sumber daya manusia yang ada di setiap negara membuat perlu terjadinya
transaksi perdagangan (eskspor dan impor) dalam negara, yang bertujuan untuk
dapat memenuhi kebutuhan dari masyakat yang ada dalam negara tersebut. Dengan demikian, maka setiap negara memiliki
hak untuk dapat melakukan transaksi perdagangan, untuk mencukupi kebutuhan yang
dimiliki oleh para rakyat yang ada di dalamnya.
Dengan
adanya transaksi perdagangan, maka penegakan aturan dan keadilan menjadi sulit
dilakukan, karena adanya berbagai perbedaan hukum, perundang-undangan, tariff,
bea, pajak, dan kebijakan politik yang dilakukan untuk mendapatkan kuentungan
sebesar-besarnya dari kegiatan perdagangan ini.
Dengan demikian, maka setiap negara perlu melindungi kepentingannya,
sambil dapat terus bertransaksi dengan negara-negara lain untuk dapat memenuhi
kebutuhan barang dan jasa yang tidak bisa dipenuhi dari dalam negara
mereka.
Untuk
itulah, berbagai kebijakan perdagangan (Trade Policy) diberlakukan, sebagai
suatu cara untuk dapat melindungi kepentingan suatu negara. Namun, apa yang akan terjadi jika kebijakan
perdagangan yang dilakukan dalam suatu negara, justru bertentangan dengan
kebijakan pergdagangan negara lain? Dalam makalah ini, kami akan membahas
sebuah tinjauan yang dibeikan oleh V.D Noghin dan A.V. Prasolov dari Rusia,
yang memberikan bahasan mengenai The Quantitative Analysis of Trade Policy: a
strategy in global competitive conflict.
Masalah-masalah
yang terjadi dalam penerapan kebijakan perdagangan, antara lain:
1. Tarif
2. Kuota
3. Larangan Impor
4. Subsidi
No comments:
Post a Comment